Dosen AKBIL Berbagi Strategi HPP, Harga Jual, dan Produktivitas untuk Penguatan Bisnis UMKM
LOMBOK TENGAH — Penguatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus menjadi perhatian, termasuk melalui kegiatan berbagi pengetahuan yang melibatkan akademisi. Tiga dosen Akademi Bisnis Lombok (AKBIL), yakni Ridha Nurul Hayati, SE., MM., Muhammad Mahfuz, SE., ME., dan Lila Alwyah, SE., MA., terlibat dalam kegiatan seminar bertema “UMKM Naik Kelas: Formula Akurat Menetapkan Harga Pokok Produksi (HPP) dan Akselerasi Produktivitas Tim Kerja.”
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis, 1 Oktober 2026, mulai pukul 09.30 WITA hingga selesai, bertempat di Zcorner, Kabupaten Lombok Tengah.
Seminar ini dirancang sebagai ruang pembelajaran praktis bagi pelaku UMKM untuk memahami aspek penting dalam pengelolaan bisnis, terutama bagaimana menentukan biaya produksi secara tepat dan membangun produktivitas tim kerja.
Muhammad Mahfuz dan Lila Alwyah Jadi Pemateri
Dalam materi publikasi kegiatan, Muhammad Mahfuz, SE., ME. ditampilkan sebagai Financial & Cost Strategy Expert serta Dosen dan Konsultan Bisnis UMKM. Sementara itu, Lila Alwyah, SE., MA. berperan sebagai Financial & Cost Strategy Expert serta Dosen dan Konsultan Bisnis UMKM.
Kehadiran kedua dosen tersebut memperkuat pendekatan seminar yang memadukan perspektif akademik dengan praktik pengelolaan usaha.
Sementara Ridha Nurul Hayati, SE., MM. turut menjadi bagian dari tim dosen Akademi Bisnis Lombok yang mendukung kegiatan penguatan UMKM tersebut.
Belajar dari Kasus Nyata UMKM
Materi seminar diarahkan pada persoalan yang sering dihadapi pelaku usaha dalam menjalankan bisnis. Beberapa materi yang tercantum dalam publikasi kegiatan antara lain:
- Bedah kasus nyata UMKM
- Menemukan “kebocoran halus” dalam biaya usaha
- Formula harga jual yang aman dan menguntungkan
- Psikologi harga dan strategi diskon cerdas
- Desain tim impian
- Mesin produktivitas untuk memicu loyalitas dan semangat kerja
Pendekatan tersebut membuat pembahasan tidak hanya berfokus pada perhitungan keuangan, tetapi juga menyentuh aspek pemasaran dan pengelolaan sumber daya manusia dalam usaha.
HPP Menjadi Fondasi Penetapan Harga
Salah satu tema utama kegiatan adalah Harga Pokok Produksi (HPP). Bagi UMKM, kemampuan menghitung biaya produksi secara akurat menjadi bagian penting dalam menentukan harga jual dan mengevaluasi kinerja usaha.
Melalui materi yang diberikan, peserta diajak memahami bagaimana biaya usaha dapat dianalisis sehingga keputusan mengenai harga jual tidak semata-mata didasarkan pada perkiraan, tetapi mempertimbangkan struktur biaya dan strategi bisnis.
Selain HPP, seminar juga mengangkat strategi harga dan diskon. Hal ini memberikan perspektif bahwa keputusan harga berkaitan dengan bagaimana konsumen memandang nilai produk sekaligus bagaimana pelaku usaha menjaga keberlanjutan bisnis.
Mendorong UMKM Naik Kelas
Kegiatan ini juga menempatkan produktivitas tim kerja sebagai bagian penting dalam pengembangan UMKM. Usaha yang berkembang tidak hanya membutuhkan produk dan strategi harga, tetapi juga tim yang mampu bekerja secara efektif.
Karena itu, materi mengenai desain tim dan mesin produktivitas diarahkan untuk membantu pelaku UMKM melihat bahwa penguatan sumber daya manusia merupakan bagian dari proses meningkatkan kapasitas bisnis.
Bagi Akademi Bisnis Lombok, keterlibatan dosen dalam kegiatan semacam ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi kepada masyarakat. Pengetahuan akademik dibawa lebih dekat kepada pelaku usaha melalui pembahasan yang praktis dan sesuai dengan kebutuhan UMKM.
Kolaborasi Akademisi dan Pelaku Usaha
Kegiatan UMKM Naik Kelas tersebut menjadi contoh kolaborasi antara dosen, konsultan bisnis, dan pelaku UMKM. Kolaborasi semacam ini membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi dalam peningkatan literasi bisnis masyarakat.
Dengan mengangkat tema biaya produksi, strategi harga, dan produktivitas tim, kegiatan diharapkan dapat membantu UMKM membangun pengelolaan usaha yang lebih terukur.
Akademi Bisnis Lombok terus mendorong dosen untuk hadir tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di tengah masyarakat—berbagi pengetahuan, mendampingi UMKM, dan ikut mendorong lahirnya bisnis lokal yang semakin profesional dan berkelanjutan.
“UMKM Naik Kelas: dari menghitung biaya dengan tepat, menetapkan harga secara cerdas, hingga membangun tim yang produktif.”